News

3 Orang Tewas dalam Penembakan di Acara Wisuda Universitas Filipina : Okezone News

MANILA – Tiga orang tewas dalam penembakan pada upacara kelulusan universitas di wilayah ibu kota Filipina pada Minggu (24/7/2022). Korban termasuk seorang mantan walikota dari selatan Filipina yang bergolak, kata polisi.

Kepala Polisi Kota Quezon Remus Medina mengatakan penembakan itu tampaknya merupakan pembunuhan terhadap , Rose Furigay, mantan walikota Kota Lamitan, selatan Filipina.



BACA JUGA: 13 Penembakan Massal Terjadi Selama Akhir Pekan di AS, dari Pesta Kelulusan hingga Mal

Tersangka, yang terluka dalam baku tembak dengan petugas keamanan kampus, ditangkap setelah pengejaran dengan mobil. Tersangka telah ditahan dan tengah diinterogasi, kata Medina kepada wartawan.

“Dia terlihat seperti seorang pembunuh yang gigih,” kata Medina sebagaimana dilansir Reuters, seraya menambahkan bahwa pelaku ditemukan dengan dua pistol.

Quezon adalah bagian dari wilayah ibu kota Manila, sebuah daerah padat penduduk dari 16 kota yang dihuni lebih dari 13 juta orang.

BACA JUGA: Perang Melawan Narkoba, ‘Warisan berdarah’ Kepresidenan Rodrigo Duterte di Filipina

Furigay ditembak saat hendak menghadiri wisuda putrinya di sekolah hukum Universitas Ateneo de Manila, salah satu universitas paling bergengsi di negara itu, kata Medina.

Tersangka, yang tidak memiliki sanak saudara saat wisuda, juga merupakan penduduk asli kota Lamitan di Provinsi Basilan, kubu Abu Sayyaf, kelompok ekstremis pro-Negara Islam (IS) yang dikenal karena bandit dan penculikannya.


Dua orang lainnya yang tewas adalah seorang petugas keamanan kampus dan seorang pria tak dikenal, kata polisi.

Ateneo membatalkan upacara kelulusan setelah penembakan itu.

Di negara Filipina, insiden penembakan terjadi secara sporadis, dengan pemilik harus memiliki izin untuk membawa senjata di tempat umum. Petugas keamanan swasta di Filipina membawa baik pistol atau senapan, dan senjata api adalah pemandangan umum di pusat perbelanjaan, kantor, bank, restoran dan bahkan sekolah.

“Kami berkomitmen kepada lembaga penegak hukum kami untuk menyelidiki pembunuhan ini secara menyeluruh dan cepat dan membawa semua yang terlibat ke pengadilan,” kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam sebuah pernyataan.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close