News

5 Fakta Pengeroyokan Anggota Kostrad, Begini Kronologinya : Okezone Nasional

JAKARTA – Sekelompok pria mengeroyok seorang anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, Pratu Roni Waluyo. Peristiwa terjadi di Jalan Taman Pahlawan, Pasar Blauran Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Berikut sejumlah faktanya:



1. Berawal dari Senggolan

Informasi yang dihimpun Okezone, Jumat 2 September 2022 , kejadian bermula saat Pratu Roni Waluyo bersama rekannya sedang mengendari sepeda motor dari sebuah bank menuju Pasar Buah di jalan Taman Pahlawan Kota Salatiga, bersenggolan dengan mobil pikap yang mengenai stang sepeda motor korban.

Selanjutnya mobil tersebut melaju ke arah Pasar Blauran dan motor korban mengikuti dari belakang. Setibanya di depan Masjid Pasar Blauran, pelaku yang memiliki ciri-ciri bertato mengajak korban berkelahi.

2. Dilaporkan ke Rekan Seangkatan

Karena kalah jumlah dengan pelaku, saksi melaporkan hal tersebut dalam Grup WA Liting untuk meminta bantuan.

Tidak lama kemudian, rekan korban datang dan mengamankan para pelaku ke Mako Yonif 411 di Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Baca juga: Berawal Saling Tatap, Tukang Ojek Dikeroyok 3 Orang Pakai Sajam

Sejumlah pelaku mengalami luka-luka dan selanjutnya mereka dibawa ke RS DKT Salatiga untuk dilakukan pengobatan.

3. Satu Korban Tewas

Pelaku yang diamankan adalah Ali Akbar Inung Rafsanjani, Yahya, Ari Suryo Saputro, Arif Fahrurrozi dan Argo Wahyu Pamungkas. Diketahui, pelaku atas nama Argo meninggal dunia saat menjalani perawatan.


4. Kronologi Kejadian

Denpom IV/3 Salatiga menyelidiki kasus kematian Argo Wahyu Pamungkas salah satu pelaku pengeroyokan anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, Pratu Roni Waluyo.

Pelaku melakukan pengeroyokan bersama rekan-rekannya yang sedang dipengaruhi minuman keras di Jalan Taman Pahlawan, Pasar Blauran Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Saat itu, Pratu Roni sedang membonceng istrinya sdri. D yang sedang hamil 6 bulan menuju Pasar Blauran. Korban diserempet kendaraan pikap yang dikendarai pelaku.

“Kejadian ini sedang ditangani oleh Denpom IV/3 Salatiga yang berkoordinasi dengan pihak Polres Salatiga untuk proses lebih lanjut,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna, dalam keterangannya, Sabtu (2/9/2022).

Akibat pengeroyokan sekelompok pemuda bertato tersebut, Prajurit Kostrad ini mengalami luka-luka dan bengkak pada bagian wajah serta harus dirawat di RST Dr. Asmir Salatiga.

5. Pratu Roni Awalnya Tak Menghiraukan Ulah Pelaku

Brigjen TNI Tatang mengatakan, Pratu Roni awalnya tak menghiraukan ulah pelaku yang membentaknya.

“Namun sesampainya di Pasar Blauran, Pratu RW dihentikan oleh sdr. AWP serta melakukan pengeroyokan bersama keempat temannya tersebut,”ucapnya.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.