News

7 Pemain Timnas Indonesia Korban Kerasnya Shin Tae-yong, Nomor 1 Dibuang Gara-Gara Ketiduran : Okezone Bola

7 pemain Timnas Indonesia korban kerasnya Shin Tae-yong akan Anda ketahui di artikel ini. Seperti yang sudah diketahui, Shin Tae-yong adalah pelatih yang amat tegas dan tak ragu untuk menendang keluar pemain dari skuad Timnas Indonesia jika pesepakbola tersebut berbuat salah.

Ya, semua pesepkbola Timnas Indonesia yang pernah dibuang Shin Tae-yong pasti berawal dari kesalahan sang pemain. Pelatih asal Korea Selatan itu mau skuad Garuda disiplin dan untuk membuat hal tersebut terjadi, dibutuhkan peraturan yang ketat hingga harus mengeluarkan pemain yang sudah keterlaluan. Lantas siapa saja pemain tersebut?


Berikut 7 Pemain Timnas Indonesia Korban Kerasnya Shin Tae-yong:

7. Osvaldo Haay

Osvaldo Haay

Osvaldo Haay sempat mangkir dari pemusatan latihan Timnas Indonesia. Kala itu yang bersangkutan berhalangan hadir karena alasan sakit.

Namun, alasan tersebut ternyata tak sampai ke Shin Tae-yong. Karena tak memberi kabar, yang berarti lepas tanggung jawab, Shin Tae-yong lantas kecewa dengan pemain Persija Jakarta tersebut.

Alhasil, pada playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 yaang lalu Osvaldo tak dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia.

6. Nurhidayat Harris

Nurhidayat Harris

Nurhidayat pernah dibuang Shin Tae-yong saat Timnas Indonesia hendak bermain di sisa pertandingan babak kedua kualfikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Ia dicoret karena melakukan hal indispiliner sehingga membuat marah Shin Tae-yong.

“Pelatih Shin Tae-yong melaporkan kepada kami bahwa Nurhidayat telah melakukan indisipliner dan dirinya sudah tidak berkenan karena sikap pemain tersebut. Untuk itu, Shin Tae-yong juga langsung memulangkan Nurhidayat ke Indonesia,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Okezone mengutip dari laman resmi PSSI.

“PSSI tentu mendukung apa yang dilakukan pelatih Shin Tae-yong. Karena pemain yang melakukan tindakan indisipliner atau tidak baik tentu tidak ada tempat di timnas Indonesia. Jadi setiap pemain harus terus menunjukkan sikap yang baik, disiplin, dan kerja keras,” tambah Yunus Nusi.

5. Yudha Febrian

Yudha Febrian

Shin Tae-yong pernah mencoret nama Yudha Febrian dari Timnas Indonesia U-19 yang tengah mempersiapkan diri TC ke Spanyol. Yudha menjadi salah satu dari dua nama yang dibuang pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Yudha dibuang karena sikapnya yang buruk. Ia kedapatan pergi ke klub malam yang tentu saja dilarang dilakukan oleh para penggawa Timnas Indonesia U-19 yang sedang fokus mempersiapkan latihan.

“Dua pemain yakni Serdy dan Yudha telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka,” kata Shin Tae-yong mengutip dari laman resmi PSSI.

4. Rifad Marasabessy

Rifad Marasabessy

Rifad diketahui pernah menjadi salah satu pemain andalan Shin Tae-yong. Kendati demikian, semuanya berubah semenjak perilakunya yang tidak disiplin.

Rifad diketahui telat berkumpul di tempat Timnas Indonesia menginap. Padahal seluruh pemain sudah diberitahu untuk datang satu jam sebelum jam makan siang dan Rifad justru menghilang tanpa ada kabar. Gara-gara hal itu, Shin Tae-yong mencoret nama Rifad dari skuad.

3. Serdy Ephy Fano

Serdy Ephu Fano

Serdy senasib dengan Yudha seperti yang dikatakan di poin sebelumnya. Ia dicoret karena telat datang gara-gara asyik berpesta di klub malam.

“Kedua (Serdhy dan Yudha) pemain sudah dikeluarkan karena indisipliner. Mereka dugem hingga dini hari dan latihan pagi terlambat. Mereka sudah dicoret dan bukan lagi bagian dari Timnas U-19,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

2. Marc Klok

Marc Klok bersama Shin Tae-yong

Marc Klok pernah menjadi bagian Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Hanya saja saat itu Klok pernah meminta izin pergi dari skuad Timnas Indonesia untuk menenami istrinya yang akan melahirkan di Bali.

Menariknya, setelah kejadian itu Shin Tae-yong sama sekali tak pernah memanggil lagi pemain naturalisasi tersebut.

1. Ahmad Afrid Rizal

Serdy dan Ahmad pernah dicoret dari Timnas Indonesia U-19 yang hendak pergi pemusatan latihan ke Kroasia pada medio Agustus 2020. Mereka dicoret karena telat ke lokasi berkumpul lantaran ketiduran di kamar hotel.

Menurut Shin Tae-yong, ketiduran itu cukup fatal karena membuktikan Ahmad dan Serdy kekurangan waktu tidur. Bagi Shin Tae-yong waktu tidur yang cukup untuk pesepakbola itu penting, karenanya ia langsung memberikan hukuman kepadaa kedua pemain tersebut.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close