News

Begini 4 Cara Mengobati Mata Belekan Sesuai Penyebabnya : Okezone Lifestyle

CARA mengobati mata belekan sesuai penyebabnya penting untuk Anda ketahui, terlebih jika belekan tersebut tidak kunjung hilang. Masalah mata lebih serius mungkin sedang Anda alami.

Ya, pada beberapa masalah mata, gejala yang muncul adalah mata belekan. Sebut saja sakit mata, belek pada umumnya akan mengganggu mata Anda sampai kondisi membaik.

Belek mata perlu dibersihkan. Sebab, kalau belek dibiarkan menumpuk di sisi mata, bisa menganggu penglihatan dan berisiko sebabkan masalah baru.

Nah, di artikel ini MNC Portal coba menjelaskan pada Anda cara mengobati mata belekan sesuai penyebabnya. Dilansir dari All About Vision, Selasa (31/5/2022), berikut ulasan selengkapnya:

Penyebab mata belekan

1. Masalah konjungtivis

4 Cara Mengobati Mata Belekan sesuai Penyebabnya

(4 Cara Mengobati Mata Belekan sesuai Penyebabnya, Foto: Healthline)

Ini adalah nama lain dari sakit mata. Kongjungtivis dikenali dengan mata belekan, terasa seperti ada pasir di mata, serta bola mata menjadi merah, beberapa kasus bengkak dan terasa sangat gatal atau perih.

Penyebab konjungtivis ada tiga, akibat virus, bakteri, dan alergi. Konjungtivitis virus sangat menular dan disebabkan oleh virus seperti flu biasa atau virus herpes simpleks. Kotoran mata yang terkait dengan mata merah muda virus biasanya jernih dan berair, tetapi mungkin termasuk komponen lendir berwarna putih atau kuning muda.

Lalu, konjungtivitis bakteri, seperti namanya, disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat mengancam penglihatan jika tidak segera diobati. Kotoran mata pada kondisi ini biasanya lebih kental dan lebih mirip nanah.

Sementara itu, konjungtivitis alergi dipicu oleh alergen, misal serbuk sari, bulu, debu, dan iritasi umum lainnya yang menyebabkan alergi mata. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap polutan kimia, riasan, larutan lensa kontak, dan obat tetes mata. Kotoran mata yang terkait dengan konjungtivitis alergi biasanya berair.

“Tidak seperti mata merah virus dan bakteri, konjungtivitis alergi tidak menular dan selalu mempengaruhi kedua mata,” ungkap laporan tersebut.

BACA JUGA : Awas, 5 Kondisi Mata Merah Ini jika Dibiarkan Bisa Rusak Penglihatan!

2. Infeksi mata lainnya

Selain konjungtivitis, ada banyak infeksi mata yang menyebabkan keluarnya cairan mata yang tidak normal, seperti herpes mata (infeksi mata virus yang berulang), keratitis jamur (radang kornea yang jarang namun serius), dan keratitis Acanthamoeba (infeksi yang berpotensi membutakan biasanya disebabkan oleh kebersihan lensa kontak yang buruk atau berenang saat memakai lensa kontak).

Kotoran dari infeksi mata sangat bervariasi, bisa jernih dan berair atau kental, hijau, dan lengket. Jadi pastikan Anda segera menemui dokter mata untuk diagnosis dan perawatan yang akurat.

BACA JUGA : Menkes Imbau Sakit Mata Belekan Tak Perlu ke RS Spesialis Mata

3. Blefaritis

Gangguan kronis pada kelopak mata, blefaritis, menggambarkan peradangan folikel rambut bulu mata atau produksi minyak abnormal dari kelenjar meibom di tepi bagian dalam kelopak mata. Kondisi terkait yang disebut disfungsi kelenjar Meibomian (MGD) dapat menyebabkan keluarnya cairan mata berbusa, pengerasan kelopak mata, serta nanah pada mata berwarna kuning atau hijau.

4. Bintitan

Bintitan adalah kelenjar meibom yang tersumbat di dasar kelopak mata, biasanya disebabkan oleh folikel bulu mata yang terinfeksi. Masalah ini sering disebut juga sebagai hordeolum, yang mana menyerupai jerawat di tepi kelopak mata dan biasanya disertai dengan kemerahan, kelopak mata bengkak, dan nyeri di daerah yang terkena.

Gejala dari masalah ini adalah munculnya nanah kuning, pengerasan kelopak mata, dan ketidaknyamanan saat berkedip juga bisa terjadi.

“Mata bintitan biasanya sembuh sendiri, tetapi kini ada pengobatan rumahan untuk bintitan yang bisa Anda coba. Disarankan agar tidak menyentuh atau bahkan memecahkan nanah dari bintitan demi mengurangi risiko penyebaran infeksi ke arra mata lainnya,” saran laporan tersebut.

Lantas, bagaimana cara mengobati mata belekan?

Hal yang harus diperhatikan adalah jika belek tidak terlalu banyak, mungkin Anda bisa menangani sendiri di rumah. Tapi, kalau belek ya bertambah banyak dan tidak hilang dalam kurun waktu lebih dari 3 hari, maka perlu penanganan medis untuk mengatasi masalah tersebut.

Belek mata akibat infeksi biasanya akan diresepkan obat tetes mata dan salep antibiotik atau antivirus. Jika belekan akibat alergi, maka obatnya adalah tetes mata antihistamin dan dekongestan yang dijual bebas dapat meredakan gejala.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah kompres mata dengan lap hangat. Ini dapat membantu meringankan gejala gatal atau rasa tidak nyaman. Kompres ini juga cara untuk membersihkan mata dari belek yang menumpuk.

Selagi sakit mata, Anda disarankan sekali tidak mengucek mata atau menyentuh area mata. Jika terpaksa memegang, pastikan tangan sudah bersih. Tangan yang kotor akan terkontaminasi dan ini memungkinkan virus atau bakteri menyebar ke orang lain.

So, itu dia cara mengobati mata belekan sesuai penyebabnya. Semoga bisa bermanfaat bila Anda harus mengalami kondisi tidak mengenakan tersebut.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close