News

Keputusan di Tangan Penyidik, Putri Sambo Tidak Ditahan Disorot

Suara Denpasar – Keputusan ditahan atau tidaknya tersangka Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J merupakan kewenangan penyidik. Namun dengan tidak ditahannya istri Ferdy Sambo itu menjadi sorotan publik.

Ada tiga alasan penyidik mengabulkan penangguhan penahanan Putri. Alasan tersebut yaitu kemanusiaan, mempunyai balita, dan kesehatan. 

Keputusan itu dinilai mencederai keadilan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh  pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto.

“Jelas menyakiti rasa keadilan masyarakat,” kata dia, Jumat (2/9/2022).

Baca Juga:Juara Indonesia International Marathon 2022 Belum Dibayar, Hotman Paris Sebut Ini Memalukan Bangsa

Dia mengatakan keputusan tersebut ada di tangan penyidik. Pertimbangannay biasanya tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya.

Menurutnya, Putri memang tidak akan menghilangkan barang bukti dan lain-lain sesuai alasan objektif dan subjektif penyidik.

“Tetapi apakah alasan itu memenuhi rasa keadilan?” tanyanya.

Dia menduga pengaruh Sambo di internal Polri yang masih kuat menjadi alasan mengapa istrinya tak segera ditahan.

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo sudah resmi menjadi tersangka. Keduanya menjadi tersangka bersama  Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Baca Juga:Hotman Perdana di Atlas Beach Fest Bali, Demi Membela Masyarakat Kecil, Hotman Paris Rela Kehilangan Puluhan Miliar Rupiah

Para tersangka itu diduga melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Adapun ancamannya yaitu maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.(Antara)

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.