News

Kisah Hidup Rima Melati, Artis Senior Indonesia Wafat di Usia 84 Tahun

Indotnesia – Dunia hiburan Tanah Air berduka setelah artis senior Rima Melati meninggal dunia pada Rabu (23/6/2022). Kepergian sang artis legenda diakibatkan sakit dekubitus, cedera pada kulit dan jaringan tubuh. Sebelumnya, ia juga sempat melawan penyakit kanker payudara sejak 1990-an.

Menjadi salah satu sosok artis ternama di Indonesia, Rima Melati dikenal sebagai seniman yang cemerlang dan mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi berkat aktingnya. 

Semasa hidup, perempuan dengan nama asli Marjolien Tambajong tersebut telah membintangi puluhan judul film dan serial televisi. Untuk terus mengenang Rima Melati, berikut perjalanan hidup dan kariernya seperti dilansir dari Suara.com:

Profil Rima Melati

Lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada 22 Agustus 1939, Rima Melati dikenal sebagai penyanyi, aktris, sutradara, dan model. Bakat seninya dalam dunia modelling, didapat dari pengaruh pekerjaan sang ibu Non Kawilarang, perancang dan perintis dunia mode Indonesia.

Sebelum dikenal dengan nama yang sekarang, dulunya artis senior tersebut memiliki nama panggilan Lientje. Hingga pada awal 1960-an, nama aslinya yang dinilai kebarat-baratan oleh Bung Karno diganti dengan Rima Melati.

Perjalanan hidupnya tak lepas dari peran serta sang suami, aktor Frans Tumbuan. Mereka menikah pada 3 Desember 1973 dan uniknya, keduanya ternyata telah dijodohkan sejak berusia satu tahun.

Bahtera rumah tangga yang jauh dari gosip miring membuat keduanya langgeng dan dianugerahi tujuh orang anak. Kemesraan Rima Melati dan Frans Tumbuhan akhirnya dipisahkan oleh maut, setelah Frans meninggal karena sakit diabetes pada 23 Maret 2015.

Perjalanan Karier

Sejak 1958, Rima Melati diketahui telah membintangi film berjudul Djuara Sepatu Roda. Debut aktingnya sebagai pemeran utama terjadi pada 1961 saat berperan dalam film Kasih Tak Sampai.

Meski sempat vakum dari dunia hiburan, ibu 7 anak tersebut kemudian kembali ke layar lebar pada 1969 dengan berperan dalam film Big Village.

Selain aktif dalam dunia peran, lawan main Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie tersebut juga pernah tergabung dalam grup penyanyi Baby Dolls tahun 1960-an. Kelompok penyanyi tersebut beranggotakan Gaby Mambo, Baby Huwae, dan Indriati Iskak.

Setelah itu, di era tahun 70-an hingga 2000-an, karier Rima Melati sebagai aktris semakin melambung dengan mengisi panggung perfilman Tanah Air.

Sepanjang karier, karya film yang pernah dibintanginya diantaranya adalah Intan Berduri (1972), Perawan Malam (1974), Max Havelaar (Saijah dan Adinda) (1975), Di Balik Kelambu (1982), Kupu-kupu Putih (1983), Arini (Masih Ada Kereta yang Akan Lewat) (1987), Sesal (1994), dan Banyu Biru (2004).

Bakat akting yang membanggakan, membuat Rima Melati sempat meraih Piala Citra bersama Benyamin Sueb dalam Festival Film Indonesia 1973 kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat film Intan Berduri.

Tak hanya itu, pemain sinetron Buku Harian Nayla tersebut juga pernah mendapatkan nominasi penghargaan Pemeran Pembantu Wanita terbaik di beberapa Festival Film Indonesia yaitu dalam film Kupu-Kupu Putih (1984), Tinggal Landas buat Kekasih (1985), Pondok Cinta (1986), Biarkan Bulan Itu (1987) dan Arini II (Biarkan Kereta Itu Lewat) (1989). 

Di kancah internasional, Rima meraih penghargaan Best Supporting Actress dalam film Ungu Violet pada ajang Festival Film Asia Pasifik ke-50. Terakhir, Rima Melati meraih penghargaan Lifetime Achievement Awards pada Festival Film Bandung 2014.

Demikian kisah hidup Rima Melati, artis senior Indonesia yang wafat pada usia 84 tahun. Semoga namanya akan selalu harum dengan sejumlah karya legendaris yang pernah diperankannya.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close