News

Muncul Penyakit Misterius di Jakarta, Dokter Singgung Perubahan Cuaca dan Kebersihan : Okezone Lifestyle

JAKARTA – Beredar ramai laporan munculnya penyakit misterius di Jakarta, hal ini berawal dari laporan Puskesmas di Cilandak, Jakarta Selatan yang menemukan dua orang warga, terpapar penyakit diduga zoonosis dari hewan tikus.

Menanggapi kasus ini, Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 menyebutkan adanya perubahan cuaca bisa jadi faktor pemicu berbagai penyakit. Berangkat dari perubahan cuaca ini, ia mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan rumah atau lingkungan tempat tinggal.

“Yang bisa kita pahami adalah jaga kebersihan daerah panca rubah, musim hujan jaga kebersihan,” ujar Dr Fajri kepada MNC Portal, Kamis (3/6/2022)

Sehubungan dengan penyakit yang terindikasi mengarah ke Chikungunya ini, dokter Fajri mengaku dirinya belum bisa berkomentar banyak.Menurutnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh Kementerian Kesehatan.

Secara hipotesa, ia menduga bisa saja penyakit misterius yang tengah ramai tersebut adalah demam berdarah (DBD), Hepatitis A hingga Chikungunya.

“Menurut saya, perkara itu sakitnya DBD, Leptospira mungkin saja, tipes hepatitis A atau infeksi virus lain. Katanya kemerahan juga, bisa campak, cacar, cikungunya, karena kita nggak bisa spekulasi cuma denger orang demam terus langsung memutuskan dan menyimpulkan,” jelasnya.

 BACA JUGA: Gejala Demam Tinggi dan Bercak Merah Belum Tentu Kena Penyakit dari Tikus

BACA JUGA:Tips Mencegah Terkena Penyakit dari Tikus

Sementara itu, untuk informasi perkembangan terakhir, diketahui petugas epidemiologi dari Kemenkes sejak beberapa hari lalu sudah melakukan pengecekan, yakni dengan mengambil sampel beberapa tikus dari lokasi lalu dibawa ke Laboratorium Institusi Pertanian Bogor (IPB).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS menjelaskan bahwa tidak ada atau bukan penyakit lain seperti blackdeath,dll. Sebab hasil yang ada mengarah ke penyakit Chikungunya.

“Kita melakukan kewaspadaan dini pememeriksaan swab dari tikus, karena ada laporan dari warga kalau di sana ada 8 orang kena. Ternyata, pas tim kami turun melakukan penyelidikan epidemiologi, kecenderungan gejalanya ke Chikungunya,” kata Maxi kepada wartawan, saat ditemui di Kemenkes hari ini. 

“Kalau chikungunya sudah pasti bukan hewan, nyamuk ya dia. Tapi sebaiknya kita periksa Chikungunya, jangan-jangan punya potensi ada penularan,” pungkasnya.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close