News

Pelatih Soroti Kelemahan Madura United di Piala Presiden: Masalah Transisi

Suara.com – Masalah transisi permainan jadi salah satu kelemahan Madura United, khususnya dalam menjalani dua pertandingan awal di Grup B turnamen pramusim Piala Presiden 2022 di Samarinda.

Dari dua laga yang dijalani, skuad Madura United selalu gagal mencetak gol dengan raihan sekali seri dan sekali kalah.

Ini termasuk kebobolan satu gol saat kontra tim tuan rumah Grup B Borneo FC Samarinda, pada laga pertama di Stadion Segiri beberapa waktu lalu.

Dari dua laga tersebut (kalah 0-1 lawan Borneo FC dan seri 0-0 lawan RANS Nusantara FC), tim Laskar Sape Kerrab –julukan Madura United– harus puas hanya meraih 1 poin.

Baca Juga:
Jalani Latihan Perdana Bareng Persija, Bek Timnas Ceko Ondrej Kudela Kepanasan

“Kita terus berupaya meningkatkan intensitas latihan, salah satunya dengan fokus pada ball possession dan kontrol transisi. Hal ini penting kita lakukan, karena setiap pertandingan selalu banyak sekali transisi. Kami kurang dalam aspek ini di dua laga awal,” kata asisten pelatih Madura United, Osvaldo Lessa, Jumat (24/6/2202).

Dari itu, pihaknya sangat berharap Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan nantinya dapat menerapkan strategi tersebut saat pertandingan resmi.

“Bagaimanapun kami harus siap, dapat posisi bagus, transisi harus cepat. Sehingga pemain harus siap dengan situasi ini,” tutur Lessa seperti dimuat BeritaJatim –jaringan Suara.com.

“Bahkan kami sangat meyakini jika setiap pertandingan akan selalu ada momentum ini, sehingga pemain harus betul-betul siap menghadapi situasi seperti ini,” tukas staf pelatih berkebangsaan Brasil itu.

Madura United selanjutnya akan menghadapi Barito Putera, Sabtu (25/6/2022) sore di Stadion Segiri.

Baca Juga:
Piala Presiden 2022: Dejan Antonic Waspadai Kebangkitan Madura United



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close