News

PERISKOP 2022 : Mengintip Peluang Reshuffle Kabinet Indonesia Maju : Okezone Nasional

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan perombakan kabinetnya atau reshuffle beberapa kali dalam memimpin Tanah Air. Memasuki 2022, isu mengenai reshuffle kabinet kembali menguap. Indikasinya, ada beberapa nama yang diisukan masuk ke dalam susunan Kabinet Indonesia Maju.

Seperti diketahui isu reshuffle berhembus setelah Kepala Negara itu menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2021 tentang Kementerian Sosial. Di mana melalui Perpres tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu menambah posisi wakil menteri sosial (wamensos). Banyak yang menduga adanya posisi wamen ini merupakan indikasi akan adanya reshuffle kabinet.



Direktur Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menanggapi isu rehuffle tersebut. Menurut Pangi, Presiden Jokowi kerap mengumumkan reshufle ketika negara dalam keadaan tidak bising, dan ketika publik tidak membicarakan soal perombakan para pembantu presiden.

“Selama ini kebiasaan Jokowi mengumumkan reshuffle kalau tidak bising, yang sudah-sudah reshuffle di Rabu Pon. Yang tahu reshuffle Jokowi dan Tuhan yang tahu, tokek Istana bahkan tidak bisa mencuri info reshuffle, bahkan kisi-kisi nama yang keluar dari kantong Jokowi,” kata Pangi kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi

Pada Rabu, 25 Agustus 2021, Partai Amanat Nasional (PAN) ikut merapat ke Istana bersama enam partai lain, dan menjadi bagian dari koalisi Jokowi. Keputusan partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu bergabung dengan Istana tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi partai tersebut telah menjadi oposisi dari Jokowi selama dua kali, yakni pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Zulkifli Hasan pun baru-baru ini mengungkap alasan PAN mau merapat ke Istana setelah dua kali menelan kekalahan sebagai oposisi. Zulkifli menyatakan sudah tak ada lagi pemimpin yang didukung, setelah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang dijunjung oleh PAN, kini sudah merapat ke Istana.

“PAN berkemungkinan masuk, karena enggak ada dalam politik tanpa syarat, selalu dalam politik bicara apa, dapat apa, bagaimana dan pembicaraan apa,” beber pria lulusan Universitas Indonesia, Jakarta itu.


Namun, lanjut Ipang-sapaan akrab Pangi Syarwi Chaniago itu-, dalam masalah reshuffle biasanya mantan Wali Kota Solo itu mempunyai pakem tersendiri, punya aturan main tersendiri dan luar kacamata penilaian pada umumnya.

“Sehingga tabiat Jokowi bicara selera beliau, ada menteri yang perlu di reshuffle bisa saja di pertahankan Jokowi, yang harus diganti namun Jokowi mempertahankannya. Soal nama dan siapa dari dulu sulit di prediksi isi kantong Jokowi,” tutur pria kelahiran Buluh Rotan, Sumatra Barat itu.

Kata Pangi, perombakan kabinet saat ini tidak mempunyai key performance indicator yang jelas dan terukur, lain halnya saat ada Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang dikepalai oleh Kuntoro Mangkusubroto.

“Jokowi punya selera dan aturan main sendiri, yang kita sulit memprediksi selera beliau. Apalagi sekarang soal rehuffle enggak ada key performance indicator yang jelas dan terukur, lembaga independen dan objektif menilai kinerja menteri, kalau dulu kan ada UKP4, nah kalau sekarang alat ukurnya apakah berdasarkan asumsi, persepsi, citra atau berdasarkan like or dislike atau karena faktor kedekatan semata atau politik balas jasa,” pungkas Pangi.

Reshuffle pun diisukan akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun hal itu langsung dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Ia memastikan bahwa Presiden Jokowi belum berencana melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Bukan kali ini saja isu reshuffle ramai diperbincangkan. Pada bulan November lalu juga sempat berhembus Jokowi akan melakukan reshuffle bersamaan dengan pergantian Panglima TNI. Namun hal tersebut langsung dibantah Jokowi. Jokowi mengatakan masih belum berpikiran melakukan reshuffle kabinet.

“Reshuffle belum terpikir,” ungkap Jokowi.

Ditanyakan soal apakah PAN akan bergabung ke koalisi, Jokowi hanya mengatakan belum terpikirkan soal reshuffle.

“Reshuffle belum terpikir ke arah sana,” tuturnya.

Sementara itu, menanggapi mencuatnya isu Reshuffle Indonesia Maju pada 2022, Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam mengatakan, selama kepemimpinan periode kedua Presiden Jokowi masih ada minimal satu kali reshuffle kabinet, termasuk kemungkinan dilakukan pada tahun 2022 mengingat sejumlah faktor.

“Terutama masuknya PAN sebagai pendukung pemerintah. Dengan demikian, masuknya dukungan PAN tentu tak bisa lepas dari kompensasi kekuasaan, terutama jabatan Menteri. Artinya masuknya PAN sangat besar peluangnya untuk melakukan reshufle oleh Presiden Jokowi,” kata Arif kepada Okezone.

Arief pun menilai menteri yang akan terlempar dalam Reshuffle Indonesia Maju kali ini tidak berasal dari partai politik. “Yang potensial di geser menteri yang tak berasal dari parpol,” tutur Arif.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.