News

RI Perkuat Kerja Sama Perdagangan-Investasi dengan India : Okezone Economy

JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga pererat hubungan dagang dengan pelaku usaha India di Indonesia dengan hadir di Hotel The Langham, Jakarta, Selasa (10/5/2021).

Di mana pertemuan itu diinisiasi Kedutaan Besar India.

Menurutnya, pertemuan dengan pelaku usaha India di Indonesia karena Indonesia dan India berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan perdagangan bilateral dan investasi.

“Pertemuan ini sejalan dengan target pemimpin kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia-India menjadi USD50 miliar pada 2025. Diharapkan kedua negara dapat menjalani pemulihan ekonomi dan menjadi lebih kuat,” jelas Wamendag Jerry dalam keterangan tertulis yang diterima MPI, Sabtu (24/5/2022)

Dalam pertemuan tersebut turut hadir urut hadir Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi.

Selain itu, terdapat 45 pelaku usaha menginisiasi perkenalan dan mengutarakan perhatiannya terkait peluang usaha di Indonesia, seperti kendala impor bahan baku dan perizinan berusaha.

Mereka juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah Indonesia untuk keberlangsungan usahanya.


Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor Indonesia ke India pada 2021 membukukan nilai USD13,2 miliar atau meningkat 27,85% dibandingkan tahun sebelumnya.

Produk ekspor utamanya yaitu batu bara, minyak kelapa sawit, besi paduan, asam lemak monokarbosilik industri, dan bijih tembaga.

Sementara, impor utama Indonesia dari India yaitu produk besi setengah jadi, gula tebu atau bit, kacang tanah, daging sapi beku, dan besi paduan.

 BACA JUGA:Cuma Mikirin Untung Jadi Penyebab Masyarakat Mudah Terjerat Investasi Bodong

Wamendag menjelaskan, India merupakan sumber penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) ke-26 bagi Indonesia.

“Realisasi investasi India di Indonesia tercatat USD 49,5 juta yang tersebar dalam 465 proyek. Tiga sektor terbesar meliputi industri tekstil, lahan bangunan, kawasan industri, dan aktivitas bisnis; serta perdagangan dan reparasi,” katanya.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close