News

Tanda-Tanda Anak Hiperaktif yang Harus Dipahami Orangtua : Okezone Edukasi

JAKARTA – Para orangtua kesulitan menghadapi perilaku anaknya yang berlari ke sana-kemari dan tidak bisa diam. Bahkan lebpas dari pengawasan sediikit saja, anak tiba-tiba bisa mengjilang dan tidak tahu pergi ke mana.

Melihat perilaku seperti ini, banyak orangtua yang menduga anaknya adalah anak hiperaktif. Perilaku hiperaktif memang patut diwaspadai, sebab itu perilaku bisa merugikan diri anak sendiri.

Untuk sang anak, hiperaktif dapat menyebabkan anak sulit untuk berkonsentrasi sehingga berisiko tinggi mengalami kegagalan dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

Hiperaktif juga berisiko membuat anak gagal dalam mempertahankan pertemanan, bersosial, dan lain sebagainya. Jelas bahwa hiperaktif dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Namun, perlu orang tua ketahui anak yang tidak bisa diam belum tentu hiperaktif. Perilaku berlari kesana kemari belum tentu menandakan penyimpangan (hiperaktif), tetapi justru malah menunjukkan kenormalan (perilaku aktif).

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Ristantio, M.Kes., Sp.A, mengatakan bahwa perilaku anak-anak memang seharusnya begitu yakni berlari kesana kemari.

Malah ketika si anak hanya diam-diam saja, orang tua sepatutnya harus waspada.

“Tapi anak itu memang harus begitu (wajar jika berlari kesana kemari). (kalau) anak diam saja, (kita mesti waspada dimana) jangan-jangan kurang hormon tiroid atau mungkin anemia gitu,” tutur , dr. Ristantio dalam talkshow kesehatan ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (2/8/2022).

Memang sulit membedakan anak aktif dan hiperaktif. Oleh karena itu, dr. Ristantio kemudian menunjukkan salah satu cara untuk membedakannya.

Dokter Ristantio mengatakan terdapat satu kata kunci yang membedakan anak aktif dengan hiperaktif, dimana anak-anak hiperaktif cenderung destructive/merusak sedang anak aktif tidak.

“Itu adalah cara “kasar” untuk mencurigai bahwa itu adalah suatu hiperaktif. Ini hanya (terjadi pada sebagian) kecil, sebagain besar bocah berlarian kesana kemari itu masih normal karena memang harus seperti itu,” jelas dr. Ristianto

Dokter Ristianto mencontohkan ketika anak hiperaktif mendapati gelas yang ada di atas meja, dia malah sengaja menyenggol agar jatuh dan pecah.

Sedang anak aktif yang menyenggol benda tertentu dan berakibat pecah akan kaget, terdiam, dan merasa bersalah.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.