News

Tanggapan Operator Seluler Terhadap 1,3 Miliar Lebih Data Pendaftaran Kartu SIM Bocor : Okezone techno

JAKARTA – Tiga operator seluler Indonesia, yakni Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo Hutchison, memberikan tanggapan atas kasus 1,3 miliar lebih data pendaftaran kartu SIM yang bocor.

Kebocoran data ini, diungkapkan oleh warganet melalui Twitter, di mana menunjukkan tangkapan layar situs forum hacker menjual data pendaftaran kartu SIM sebanyak 1.304.401.300.

Ukuran filenya sendiri mencapai 87 GB, jenis-jenis data yang terlampir seperti nomor ponsel, provider, NIK, hingga tanggal registrasi.

Adapun tanggapan ketiga pihak operator seluler terkait persoalan ini sebagai berikut.

Telkomsel

Telkomsel membantah kalau data yang bocor itu berasal dari yang dikelolanya. Mereka mengklaim telah memastikannya sesuai pemeriksaan awal dari internal Telkomsel.

“Telkomsel memastikan dan menjamin hingga saat ini data pelanggan yang tersimpan dalam sistem Telkomsel tetap aman dan terjaga kerahasiaannya,” kata Vice President Corporate Communications Telkomsel, Saki Hamsat Bramono.

“Telkomsel secara konsisten telah menjalankan operasional sistem perlindungan dan keamanan data pelanggan dengan prosedur standard operasional tersertifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di industri telekomunikasi di Indonesia,” tambahnya.

Telkomsel menyatakan, siap untuk melakukan koordinasi langsung dengan seluruh pihak terkait guna memastikan tindak lanjut bersama dalam penanganan kebocoran data registrasi SIM card prabayar itu sesuai aturan yang berlaku.

XL Axiata

XL Axiata menyampaikan, sebagai perusahaan publik tentu senantiasa mematuhi terhadap aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk aturan mengenai keamanan dan kerahasiaan data.

Itu adalah Peraturan Menkominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik yang menjamin kerahasiaan data.

Baca Juga: Rehabilitasi Jadi Solusi Cermat untuk Sembuhkan Ketergantungan Narkoba

“XL Axiata telah menerapkan standar ISO 27001, yakni sebuah standar internasional tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” ujar Head of External Communication XL Axiata, Henry Wijayanto.

Mengeni perlindungan terhadap potensi gangguan keamanan data, termasuk data pelanggan, XL Axiata mengaku sudah mengantisipasi melalui penerapan sistem IT yang solid.

“Dengan memanfaatkan dukungan perangkat hardware ataupun software yang sudah disesuaikan dengan perkembangan teknologi terbaru yang memungkinkan untuk meminimalisasi resiko keamanan yang muncul,” terang Henry.

Indosat Ooredoo Hutchison

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, memastikan keamanan data pelanggan miliknya sesuai dengan standar yang berlaku.

“IOH memiliki penyimpanan data pelanggan sendiri dan kami juga memastikan keamanan data pelanggan dengan mengikuti standar ISO 27001,” ujar Steve.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.