News

Tidak Ada Klaster Baru Covid-19, WSBK Mandalika Sukses Jalankan Protokol Kesehatan

Suara.com – Penyelenggaraan World Superbike alias WSBK Mandalika tidak hanya sukses dari sisi perlombaan, tapi juga penerapan disiplin protokol kesehatan.

Hal ini terbukti dari tidak adanya klaster baru Covid-19 yang dilaporkan terjadi pasca WSBK Mandalika di Nusa Tenggara Barat selesai.

“Kegiatan di lapangan dapat berlangsung sesuai prokes. Peran lintas lembaga juga telah mendukung penerapan prokes tersebut, seperti ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan MGPA (Mandalika Grand Prix Association) melalui Event Organizer Diandra, kemudian Kemenkes dan BNPB,” ujar Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI Riskiyana Sukandhi Putra dikutip dari ANTARA.

WSBK 2021 yang berlangsung 19 hingga 21 November 2021, kata Riskiyana, telah memperlihatkan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan COVID-19 saat kegiatan masyarakat berlangsung berdampingan dengan pandemi COVID-19.

Baca Juga:
Kemenkes Sebut Kasus Positif Covid-19 Indonesia Bisa Empat Kali Lipat dari Data Resmi

Pesawat dari Jupiter Aerobatic Team TNI AU beraksi saat sesi latihan jelang pembukaan World Superbike (WSBK) di kawasan sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/11/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Pesawat dari Jupiter Aerobatic Team TNI AU beraksi saat sesi latihan jelang pembukaan World Superbike (WSBK) di kawasan sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/11/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Sampai saat ini, kata Riskiyana, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tidak ada klaster baru COVID-19 di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) maupun World Superbike (WSBK) yang telah berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional.

Berbagai upaya dilakukan dalam rangka pencegahan transmisi dan perlindungan kesehatan selama WSBK Mandalika berlangsung. Seluruh atlet, ofisial, dan tim diharuskan melakukan tes swab PCR tanpa pengecualian, katanya.

Riskiyana mengatakan hasil tes swab tersebut tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi dan digunakan sebagai syarat untuk memasuki lokasi. Proses skrining ketat juga diberlakukan terhadap seluruh peserta, penonton dan pekerja yang terlibat dalam ajang WSBK.

“Terdapat tiga titik untuk pengecekan protokol kesehatan dan skrining lainnya, seperti pengecekan suhu tubuh, status vaksin, dan keamanan,” katanya.

Setelah melakukan check in dengan aplikasi PeduliLindungi, kata Riskiyana, hasil tes swab dipindai dan divalidasi oleh panitia. Bila hasilnya layak, maka orang yang bersangkutan diperbolehkan memasuki venue, sedangkan bila terkonfirmasi positif maka diwajibkan untuk isolasi.

Baca Juga:
Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Polda Metro Jaya Tunggu Juknis dari Kemenkes

“Fasilitas isolasi dan perawatan berupa tenda medis disiapkan di dalam dan luar sirkuit. Sedangkan ruang isolasi sementara dapat digunakan bila ada kasus positif, sebelum pasien tersebut dirujuk ke tempat karantina,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.