News

Wartawan Dapat Booster Kedua, Kemenkes: Kita Tunggu Saja Waktunya : Okezone health

VAKSINASI booster kedua Covid-19 atau dosis keempat, tengah diupayakan setiap negara. Seperti Indonesia, yang saat ini tengah memprioritaskan para tenaga kesehatan (nakes), namun kelompok tenaga kerja lainnya yaitu wartawan juga membutuhkan. Sebab wartawan juga merupakan kelompok yang berisiko terinfeksi Covid-19.

Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril, semuanya sedang berproses karena, utamanya diprioritaskan pada nakes terlebih dahulu.

 vaksin booster

Menurut Syahril jika pemerintah telah menentukan kelompok prioritas untuk vaksinasi. “Sedangkan yang berisiko tinggi seperti pelayanan publik dan wartawan ini juga lansia dan komorbid, kita tunggu saja waktunya. Karena akan menjadi perhatian oleh pemerintah, untuk yang akan datang,” kata dr Syahril dalam Konferensi Pers Hasil Survei Serologi Ke-3 secara streaming di Kanal YouTube Kementerian Kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Ahli Epidemiolog UI, Prof. dr. Pandu Riano menjelaskan, jika wartawan termasuk kelompok prioritas. Namun hal tersebut masih menunggu karena garda terdepan ialah nakes dalam pelayanan kesehatan.

Pandu meminta agar semua kelompok atau masyarakat bersabar. Sebab saat ini prioritas bagi masyarakat ialah dosis ketiga atau booster pertama lah yang harus diuber.

“Wartawan memang kelompok berisiko tinggi, tapi saat ini kita sedang fokus para nakes. Kita melihat para nakes banyak yang wafat dan bertumbangan lagi, bukan berarti kelompok lain tidak penting karena kita melakukan vaksinasi berdasarkan skala prioritas,” jelas Prof Pandu.

Sebagaimana menurut Syahril booster pertama baru mencapai 28% dan masih jauh dari yang ditargetkan yaitu 50% minimalnya atau harapannya 70%. Sehingga bagi masyarakat yang perlu dicapai utama booster pertama dahulu, baru dosis keempatnya.

 BACA JUGA:Masyarakat Umum Tak Butuh Vaksin Booster Covid-19 Dosis Kedua?

“Untuk saat ini kita fokus dulu pada dosis ketiga untuk seluruh rakyat Indonesia. Karena fokus kita adalah untuk capaian bisa pertama, kita masih baru 28% dari target minimal 50% atau syukurnya kita bisa mencapai 70 persen,” imbuh Syahril.

(DRM)

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.